Shop | Tokopedia
Search
Gramedia Surabaya - Buku Rumah Kaca (Lentera Dipantara) ( Pramoedya Ananta Toer )
1 / 5
-29%Rp128.000Rp180.000

Gramedia Surabaya - Buku Rumah Kaca (Lentera Dipantara) ( Pramoedya Ananta Toer )

Sold by Gramedia Surabaya
4.9
10
23 sold

Select options

Default
About this product

Product description

Roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. Profil Penulis: PRAMOEDYA ANANTA TOER lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Selain sebagai pengarang, bermacam profesi telah dijalani Pramoedya, seperti juruketik Kantor Berita Domei (1942-1944), wartawan majalah Sadar (1947) dan lembar “Lentera” suratkabar Bintang Timur (1962-1965), dan dosen di Fakultas Sastra Universitas Res Publica (1963-1965) serta di Akademi Jurnalistik Dr. Rivai (1964-1965). Menulis sejak di bangku sekolah dasar, hingga kini Pramoedya telah menghasilkan tidak kurang dari 35 buku, fiksi maupun nonfiksi. Karya-karyanya yang terbit pada masa Orde Baru dilarang oleh pemerintaRoman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. Profil Penulis: PRAMOEDYA ANANTA TOER lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Selain sebagai pengarang, bermacam profesi telah dijalani Pramoedya, seperti juruketik Kantor Berita Domei (1942-1944), wartawan majalah Sadar (1947) dan lembar “Lentera” suratkabar Bintang Timur (1962-1965), dan dosen di Fakultas Sastra Universitas Res Publica (1963-1965) serta di Akademi Jurnalistik Dr. Rivai (1964-1965). Menulis sejak di bangku sekolah dasar, hingga kini Pramoedya telah menghasilkan tidak kurang dari 35 buku, fiksi maupun nonfiksi. Karya-karyanya yang terbit pada masa Orde Baru dilarang oleh pemerintah

Shop

Sell

About

Customer support

Legal

Free shipping
New customer deals
Google PlayAPP Strore