Kepergian Tanpa Tanda Baca
Mengetahui akhir dari sebuah kisah sebelum usai tertulis rasanya begitu menyakitkan. Terlebih senyata bayang adalah sejujurnya yang terjadi. Aku dan senyummu yang mengurai jeda. Di malam angkuh dengan pijar lampu kota sesapi senyap. Temaram kelam sisakan tanya dan masih saja membentur alasan tak pasti. Serupa kepergian tanpa tanda baca.
Kau yang merasuk sukma. Berkalang rindu menepuk romansa. Membekuk aksara bilurkan renjana. Ah, bagaimana kumengingatmu kekasih. Kenangan berjingkat di atas lantai dingin menyambar pedihku. Aku tak lagi pandai mengucap namamu. Hujan di mataku lebih dulu memanggilmu. Kebisuan yang menyala-nyala merenggutmu dari sisiku.
14 Maret 1999, St Carolus. Atas nama cinta dan keheningan, aku menjahit luka. Pertemuan adalah takdir dan kita berangkat dari ketiadaan. Maka jika kau semakin ada dalam diriku, kuburku pun tak akan jauh darimu.
Jatibening, 140321